PENGOLAHAN NASI DAN MIE

 

Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.

Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. 

Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah- pisah).

Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.

Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan
tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang.

Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.

a. Bihun -- mi asal Tiongkok, dibuat dari bahan baku tepung beras
b. Dangmyeon -- mi Korea, dari tepung ubi jalar
c. Fettuccine -- mi asal Italia, mirip spageti, pipih dan lebih halus daripada linguine
d. Ifu mie -- mi asal Tiongkok, tepung terigu (gandum)
e. Kwetiau -- mi asal Tiongkok, tepung beras
f. Linguine -- mi asal Italia mirip spageti, pipih dan lebih halus
g. Makaroni -- mi asal Italia, dipotong pendek-pendek, melengkung dan berlubang di tengahnya
h. Memil guksu -- mi Korea, dari buckwheat, sama dengan soba
i.  Mi Cina -- mi asal Tiongkok, tepung terigu
j.  Misoa -- mi asal Tiongkok, terbuat dari tepung terigu
k. Mi instan
l.  Mi sagu, tepung sagu
m. Olchaengi guksu -- mi Korea dari tepung jagung, berasal dari provinsi Gangwon-do di Korea Selatan
n. Ramen -- mi kuah dari Jepang
o. Reshteh -- mi telur segar asal Timur Tengah
p. Soba -- mi kecoklatan dari Jepang, dari tepung buckwheat
q. Somyeon - mi Korea dari tepung gandum yang sangat tipis, mirip dengan sōmen
r. Soun -- mi asal Tiongkok, dari tepung kacang hijau
s. Spageti -- mi asal Italia
t. Spätzle -- mi asal selatan Jerman dengan kuning telur
u. Udon -- mi asal Jepang, tepung terigu
v. Wai Wai -- mi asal India
PENGOLAHAN NASI DAN MIE Sumarna Almarogi Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'...