Pentingnya Grooming

 

Penampilan diri (grooming) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi tenaga pelayan, seperti sales, pedagang, atau penjual tentu saja harus berpenampilan yang serasi dan menarik.

Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri seseorang. Grooming dalam penampilan prima adalah penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.

Setiap orang tentu saja ingin selalu tampil serasi dan menarik agar disukai oleh orang lain. Penampilan menarik mencerminkan kepribadian orangnya. Orang yang berpenampilan menarik akan dinilai sebagai orang yang berkepribadian baik. Sebaliknya, orang yang kurang memperhatikan penampilannya dinilai sebagai orang yang berkepribadian kurang menarik.

Penampilan yang menarik akan memberikan kesan yang positif bagi orang lain. Oleh karena itu, penampilan diri perlu diperhatikan agar sedapat mungkin selaras dengan nilai-nilai keindahan dan tata krama yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Berikut ini akan diuraikan tentang prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam penampilan serasi.
a.Tata cara bersolek dan berhias
Cara bersolek dan menggunakan perhiasan perlu sekali diperhatikan agar penampilan kita menarik dan tidak terkesan norak atau seronok. Apabila bersolek hendaknya tidak terlalu berlebihan. Perlu dihindari penggunaan kosmetik secara berlebihan. Bersolek untuk pergi ke tempat kerja, ke sekolah atau ke pesta tentu saja tidak sama. Bersolek untuk pergi ke tempat kerja atau ke sekolah hendaknya sekedarnya saja.

Dalam hal menggunakan perhiasan pun hendaknya tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan seolah-olah kita menjadi etalase berjalan. Perhiasan, seperti anting-anting, kalung, gelang, cincin, tas, arloji, dan ikat pinggang hendaknya tidak berlebihan. Apalagi jika memakai perhiasan emas berlebihan tentu saja akan memancing timbulnya tindak kejahatan.

b.Tata cara berbusana yang baik

Well groomed adalah istilah bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan orang berbusana resmi dengan baik dan menarik. Berbusana yang baik dan resmi itu berarti penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi dan menarik (personal apperance) sesuai dengan etiket dan tata krama pergaulan.

Setiap bangsa/negara mempunyai corak dan jenis pakaian resmi yang berbeda-beda, dan khususnya di Indonesia setiap daerah pun mempunyai jenis dan corak pakaian resmi yang berbeda-beda. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah bahwa busana atau pakaian yang kita kenakan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi. Busana untuk pesta tentu saja berbeda dengan busana yang kita kenakan untuk kerja/dinas dan lain-lain.

Adapun jenis-jenis pakaian resmi menurut tata cara berbusana internasional, adalah:

Pakaian lengkap
Pakaian lengkap terdiri atas pantaloon, jas, dan dasi. Pada pagi hari hendaknya tidak memakai warna hitam, tetapi warna light colour. Pada waktu upacara kenegaraan sebaiknya berpakaian jas resmi dan lengkap.

Pakaian resmi (black tie)
Pakaian resmi (black tie) terdiri dari celana hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu hitam, kaos kaki hitam dan sepatu hitam. Di Amerika Serikat dan negara-negara barat untuk beberapa musim  dipakai black tie dan untuk musim terentu diwajibkan warna lainnya. Di Indonesia masalah pakaian resmi sangat fleksibel, sehingga tidak harus berjas resmi.

Dark suit
Pakaian dark suit dianggap pakaian resmi untuk budaya berbusana bangsa Indonesia. Pakaian jenis ini dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari. Pada acara resmi kenegaraan di Indonesia banyak para pejabat kita yang memakai kemeja batik, yang penting sopan dan menarik.

c.Ukuran ketampanan dan kecantikan

Ketampanan seorang pria lebih ditentukan oleh sifat kepribadian yang penuh wibawa, tanggung jawab, percaya diri, siap sedia melindungi, kejantanan, sikap sportif atau kesatria, kepekaan rasa, dan sikap rela berkorban. Mungkin kita perlu mencamkan baik-baik prinsip pembentukan kepribadian berikut ini: “Hati sombong adalah pangkal sifat-sifat yang tidak terpuji, sedangkan rendah hati adalah pangkal sifat-sifat yang anggun dan menarik”.

Kecantikan seorang wanita tidak ditentukan oleh parasnya yang cantik dan bukan pula karena tubuhnya yang molek. Kecantikan seorang wanita itu sangat ditentukan oleh sifat-sifat kepribadiannya yang baik dan menarik, antara lain jujur, setia, ramah, halus tutur bahasanya, sesual, feminim, percaya diri, mandiri, dan keibuan. Itulah sebabnya muncul ungkapan “Wanita yang cantik adalah cantik hatinya, bukan cantik parasnya”.

Dengan demikian, ketampanan ataupun kecantikan tidak menjadi jaminan seseorang laki-laki atau perempuan tampil menarik. Bahkan tanpa bersolek atau berhias pun, orang akan tampil menarik jika ia memiliki sifat-sifat pribadi yang baik.
Pentingnya Grooming Sumarna Almarogi Penampilan diri (grooming) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi tenaga pelayan, seperti sales, pedagang, atau penjual ...